Hari ini kita hidup di masa ketika Islam telah kembali asing, ajarannya sudah banyak dilupakan dan ditinggalkan. Lihat saja, orang yang mengamalkan Islam secara konsisten malah dianggap aneh dan asing. Lebih parahnya lagi, malah dijadikan bahan olok-olokan. Ketika memakai celana di atas mata kaki, disindir sebagai korban banjir. Memelihara jenggot, dibilang kambing. Mengenakan jilbab besar, lebar dan hitam lengkap dengan cadarnya, dibilang ninja, manusia kelelawar, atau bahkan setan.
Menjadi makhluk asing alias “alien” di tengah kebanyakan manusia yang bobrok akhlaknya memang tidak mudah. Menjalankan ajaran Alloh dan Rosul-Nya secara kaffah di jaman ini memang berat. Namun inilah konsekuensi bagi orang yang berpegang teguh pada sunnah, pada ajaran dien yang mulia ini. Cukuplah bagi kita dua hadits berikut sebagai penghibur hati:
Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya Islam itu datang dalam keadaan asing dan akan kembali menjadi asing, maka beruntunglah orang-orang yang asing tadi.” [HR. Muslim]
“Sungguh, suatu saat nanti akan ada masa yang butuh kesabaran. Saat itu orang yang berpegang teguh dengan ajaran yang kalian miliki sekarang ini akan mendapat pahala lima puluh kali lipat.” Para shohabat bertanya, “Lima puluh kali lipat dari pahala mereka atau pahala kami?” Beliau menjawab, “Dari pahala kalian!” [HR. Thobroni, Abu Dawud, At-Tirmidzi]
Subhanalloh, lima puluh kali lipat dari pahala para shohabat! Siapa yang nggak mau?!
Jadi, biar deh kita dianggap alien, orang aneh, atau orang asing, karena memang kita tinggal di tempat terasing. Hidup di dunia cuman sebentar. Ya udah, sabar, sabar, sabar! Bukankah tempat tinggal dan kediaman sesungguhnya hanyalah di akhirat sana?
Dari Ibnu ‘Umar dia berkata: “Rosululloh memegang kedua pundakku, kemudian beliau bersabda: “Jalanilah hidup di dunia ini, seakan-akan engkau orang asing atau orang yang sedang dalam perjalanan…” [HR. Bukhori]
Menjadi manusia alien? Siapa takut?!
Source = menjadi-manusia-alien
Menjadi makhluk asing alias “alien” di tengah kebanyakan manusia yang bobrok akhlaknya memang tidak mudah. Menjalankan ajaran Alloh dan Rosul-Nya secara kaffah di jaman ini memang berat. Namun inilah konsekuensi bagi orang yang berpegang teguh pada sunnah, pada ajaran dien yang mulia ini. Cukuplah bagi kita dua hadits berikut sebagai penghibur hati:
Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya Islam itu datang dalam keadaan asing dan akan kembali menjadi asing, maka beruntunglah orang-orang yang asing tadi.” [HR. Muslim]
“Sungguh, suatu saat nanti akan ada masa yang butuh kesabaran. Saat itu orang yang berpegang teguh dengan ajaran yang kalian miliki sekarang ini akan mendapat pahala lima puluh kali lipat.” Para shohabat bertanya, “Lima puluh kali lipat dari pahala mereka atau pahala kami?” Beliau menjawab, “Dari pahala kalian!” [HR. Thobroni, Abu Dawud, At-Tirmidzi]
Subhanalloh, lima puluh kali lipat dari pahala para shohabat! Siapa yang nggak mau?!
Jadi, biar deh kita dianggap alien, orang aneh, atau orang asing, karena memang kita tinggal di tempat terasing. Hidup di dunia cuman sebentar. Ya udah, sabar, sabar, sabar! Bukankah tempat tinggal dan kediaman sesungguhnya hanyalah di akhirat sana?
Dari Ibnu ‘Umar dia berkata: “Rosululloh memegang kedua pundakku, kemudian beliau bersabda: “Jalanilah hidup di dunia ini, seakan-akan engkau orang asing atau orang yang sedang dalam perjalanan…” [HR. Bukhori]
Menjadi manusia alien? Siapa takut?!
Source = menjadi-manusia-alien
No Response to "Menjadi Manusia Alien"
Post a Comment